• Project In:

Donasi Untuk Pemulihan Anastasia

Rp11.01 million of Rp116 million raised

Lebih dari dua puluh tahun, Anastasia Fitri Apridiana (Ana) menjadi gelandangan di sebuah kota kecil Pekalongan, Jawa Tengah. Kemalangan beruntun yang menimpanya, membuat depresi berkepanjangan sehingga ia meninggalkan rumah, mencari makan di antara sampah dan mengharap belas kasihan orang yang lalu lalang. Ana mengalami gangguan jiwa, ia mengalami skizoprenia paranioid

Lahir dan besar di Pekalongan, Ana menyelesaikan SD dan SMP nya di Pius (Yayasan Santa Maria), kemudian melanjutkan ke SMA 1 Pekalongan dan melanjutkan kuliah dengan mengambil jurusan Arsitektur di Unika Soegijapranata, Semarang. Ana lulus dan menyandang gelar sarjana Teknik Arsitektur sejak tahun 1999.

Ana remaja dikenal periang, memiliki banyak aktifitas di lingkungan, gereja maupun kampus. Sifatnya yang ceria mebuatnya memiliki banyak teman. Kedua orang tua Ana sendiri semasa hidupnya adalah aktivis gereja St. Petrus Pekalongan.

Selepas kuliah, Ana sempat mendapatkan pekerjaan di sebuah kontraktor swasta di Pekalongan. Ia sempat menikmati penghasilan yang didapat dari pekerjaannya sebelum akhirnya dikeluarkan karena gangguan jiwanya semakin menjadi jadi.

Rumor mengatakan bahwa depresi Ana dimulai ketika kehidupan asmaranya berantakan, Ana menjadi pendiam dan sering menyendiri. Ia lalu sibuk dengan pikirannya sendiri, mengalami halusinasi  dan waham, yakni punya pemikiran yang  tak sesuai realita, serta memiliki kecurigaan tinggi pada setiap hal. Kematian berurutan kedua orang tuanya, memperparah keadaannya.

 

 

Join Us We Need Your Help

Rp
Select Payment Method
Personal Info

Terms

Donation Total: Rp100.000,00